Serial Position Effect
User punya kecenderungan mengingat dengan sangat baik benda yang berada di awal dan di akhir di dalam suatu series.
Yang artinya user punya short-term memory yang lebih mudah digunakan untuk mengingat beberapa hal saja. Dan hal ini juga berefek pada benda-benda yang berada di antara awal dan akhir.
Kita cenderung lebih mudah mengingat nama anak pertama dan anak terakhir, kejadian di awal dan di akhir film, ataupun di awal dan di akhir sebuah cerita. Namun, sebaliknya, daya ingat kita mengenai apa yang ada di antara awal dan akhir menjadi lebih sulit.
Lalu, bagaimana penerapannya dalam desain? Ada 4 cara yang bisa kita lakukan:
Pertama, taruh informasi yang relevan dengan task si user. Sediakan tools yang dapat membantu user untuk menuju goalsnya, membantunya lebih efisien dan akurat dalam menjalankan task. Seperti contoh dengan menaruh page number, grid, atau ruler.

Kedua, taruh petunjuk di desain kalian. Bila memungkinkan bantu user agar dia ga perlu mengingat-ingat hal yang telah terjadi. Contohnya, di game balap biasa di sediakan peta jadi user tau habis jalan lewat mana.

Ketiga, bantu user untuk mengurangi informasi yang perlu diingat. Sesuai dengan Miller's Law juga, dimana kita hanya bisa menjaga beberapa item saja di ingatan kita. Hal ini sering dipakai di ecommerce, dimana kita perlu menyediakan apa yang user pernah lakukan. Seperti memperlihatkan filter yang dipilih atau sorting yang aktif yang mana.

Atau, seperti selalu memunculkan counter berapa jumlah item yang sudah ada di cart kita saat belanja online.

Dan last but not least, buat informasi yang ada di awal dan di akhir lebih mencolok. Seperti yang bisa kita liat di website Apple di bawah ini.

Dimana informasi yang ada di bagian tengah tidak begitu tertarik untuk diingat.

Namun, di bagian akhir website memanfaatkan call to action untuk user.

Poin Penting
- Taruh informasi penting di awal dan akhir
- Sediakan petunjuk agar user tidak perlu mengingat
- Kurangi beban informasi di bagian tengah