Tesler's Law
Dari setiap aplikasi, pasti ada sejumlah kompleksitas yang tidak bisa dikurangi atau dihilangkan.
Jadi jangan salah, kompleksitas juga ga selamanya buruk. Karena bisa jadi, user memang membutuhkan kontrol untuk menjalankan pekerjaannya.
Seperti contohnya, cockpit pesawat tempat pilot mengemudi. Kontrol dengan banyak pilihan dan kompleksnya informasi diperlukan agar pesawat bisa dikendalikan dengan aman.

Tapi, kita harus pertimbangkan ketika mendesain sebuah aplikasi: Device nya seperti apa, bentuk kegiatan yang dipakai, target usernya siapa, market si device, dan kesan si device.
Bandingkan saat menggunakan Microsoft Word dan Google Docs. Masing-masing memiliki kompleksitas yang berbeda. Tergantung dari sisi mana pertimbangan saat mendesain aplikasi tersebut.


Kompleksitas yang ada di aplikasi seperti Adobe After Effects mungkin sebagian besar memang dibutuhkan agar user dapat menjalankan pekerjaannya.

Dan yang menjadi pertanyaannya adalah, siapa yang akan berhadapan dengan kompleksitasnya itu: si aplikasi atau si user.
Terkadang pertimbangan ini perlu dipikirkan oleh Product Manager saat membuat aplikasi, karena sisi manapun yang kita pilih, kompleksitas tidak akan berkurang, hanya berpindah dari aplikasi ke user atau sebaliknya.
Intinya, tidak peduli mana sisi yang kita pilih, kompleksitas tidak akan berkurang. Dan tugas kita sebagai designer, memastikan user dapat menggunakannya dengan mudah.
Poin Penting
- Kompleksitas tidak bisa dihilangkan, hanya dipindahkan
- Pertimbangkan device, user, dan konteks penggunaan
- Tugas designer: memastikan user tetap bisa menggunakannya dengan mudah