Laws of UX ID
24 / 30

Postel's Law

Bersikaplah liberal dalam menerima input, dan konservatif dalam memberikan output.
0
Jon Postel1980Ilmuwan Komputer, dikenal juga sebagai Robustness Principle

Prinsip ini awalnya berasal dari dunia networking, khususnya protokol TCP. Jon Postel menulis bahwa implementasi TCP harus liberal dalam menerima data dari sumber lain (toleran terhadap variasi format), tapi konservatif dalam mengirim data (selalu ikuti standar yang ketat).

Tapi prinsip ini ternyata sangat relevan untuk desain UI dan UX. Intinya: terimalah berbagai macam input dari user, tapi berikan output yang konsisten dan rapi.

Contoh paling gampang: form nomor telepon. User bisa ketik "08787654321", "0878-765-4321", "+62878-765-4321", atau "0878 765 4321". Sistem yang baik menerima semua format ini dan secara internal menyimpannya dalam satu format yang konsisten. Jangan paksa user ngikutin format yang kaku.

Atau coba liat Google Search. Kamu bisa ketik "restoran padang terdekat", "Restoran Padang Terdekat", atau bahkan "rstoran padng terdkt" dengan typo. Google tetap ngerti apa yang kamu maksud. Mereka sangat liberal dalam menerima input.

Di sisi output, Google selalu konsisten: hasil pencarian selalu dalam format yang sama, terstruktur, dan mudah dipahami. Inilah yang dimaksud konservatif dalam output.

Dalam praktik desain, Postel's Law berarti kita harus meminimalisir error saat user mengisi form. Daripada menolak input dan menampilkan pesan error, lebih baik terima input user lalu format secara otomatis. Kurangi "red error messages" sebanyak mungkin.

Prinsip ini juga berlaku untuk aksesibilitas. Aplikasi yang baik menerima berbagai cara interaksi (mouse, keyboard, touch, screen reader) dan memberikan output yang konsisten untuk semuanya.

Poin Penting

  • Terima berbagai format input dari user, format secara otomatis
  • Berikan output yang konsisten dan terstruktur
  • Minimalkan error messages yang tidak perlu