Law of Uniform Connectedness
Elemen-elemen yang terhubung secara visual dianggap lebih berkaitan dibandingkan elemen yang tidak terhubung.
Ini adalah prinsip Gestalt yang bisa dibilang paling kuat dalam mengelompokkan elemen. Bahkan lebih kuat dari Proximity, Similarity, dan Common Region. Kalau dua elemen dihubungkan oleh garis, warna, atau bentuk visual lainnya, otak kita langsung menganggap mereka satu kelompok.
Contoh paling gampang di dunia nyata: peta kereta atau MRT. Stasiun-stasiun yang dihubungkan oleh garis yang sama dianggap berada di jalur yang sama. Warna garisnya beda-beda untuk menunjukkan jalur yang berbeda. Tanpa garis penghubung itu, kita cuma lihat titik-titik acak di peta.
Di dunia UI dan UX, prinsip ini dipakai di banyak tempat. Stepper atau wizard flow misalnya, langkah-langkah yang dihubungkan oleh garis menunjukkan urutan proses. User langsung paham bahwa step 1, 2, 3 itu berurutan dan saling berkaitan.
Flowchart dan diagram arsitektur juga bergantung penuh pada prinsip ini. Node-node yang dihubungkan oleh panah atau garis menunjukkan relasi dan alur data.
Contoh lain yang lebih subtle: timeline di media sosial. Garis vertikal yang menghubungkan postingan satu dengan lainnya membuat user ngerasa ada koneksi kronologis di antara mereka.
Node graph di aplikasi seperti Figma (untuk prototyping) atau Blender (untuk 3D) juga pakai prinsip ini. Koneksi visual antar node membuat relasi yang kompleks jadi mudah dipahami.
Jadi kalau kamu perlu menunjukkan relasi antar elemen, cara paling efektif adalah menghubungkannya secara visual, entah dengan garis, panah, warna yang sama, atau border yang menyatu.
Poin Penting
- Hubungkan elemen yang berkaitan secara visual (garis, warna, panah)
- Prinsip Gestalt paling kuat untuk mengelompokkan elemen
- Sering dipakai di stepper, flowchart, dan timeline