Law of Prägnanz
Orang akan menerima atau mengartikan sesuatu yang kompleks atau ambigu ke dalam bentuk yang sesederhana mungkin, karena interpretasi yang sederhana itu membutuhkan usaha yang lebih sedikit.
Bisa diartikan dengan kita lebih memilih dan lebih senang yang sederhana, jelas, dan teratur. Yang secara alami memang mata kita lebih memilih menangkap yang sederhana.
Ini jadi alasan kenapa kita melihat logo WWF seperti panda, padahal itu gabungan dari bentuk-bentuk yang kompleks. Karena mata kita yang menyederhanakan bentuk itu jadi satu bentuk yang saling menyatu.

Contoh lain, lebih mudah mengenali 3 lingkaran hitam yang ditimpa segitiga putih. Dibandingkan kita mengenalinya dengan 3 Pacman hitam.

Di dunia UI dan UX, Prägnanz ini bisa digunakan ketika kita melihat sebuah website. Mata si user akan berusaha mengartikan website yang memang rumit menjadi suatu block yang lebih mudah dimengerti. Ini bagian navigasi, ini bagian filter, dst.

Hukum ini membantu kita ketika ingin membuat wireframe (atau gambaran besar website). Karena kita, temen kita, atau user lebih mudah melihat gambaran website dari satu block ke block lain.
Poin Penting
- Manusia secara alami menyederhanakan bentuk kompleks
- Gunakan bentuk-bentuk sederhana dan jelas dalam desain
- Susun layout dalam block-block yang mudah dipahami