Laws of UX ID
10 / 30

Hick's Law

Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan meningkat seiring dengan semakin kompleks dan bertambahnya suatu pilihan.
0
William Edmund Hick & Ray Hyman1952Psikolog

Yang artinya semakin banyak dan semakin kompleks pilihan, maka waktu yang dibutuhkan untuk berpikir akan lebih lama.

Kalau kalian datang ke restoran kelas atas, biasanya menu makanannya akan lebih mudah untuk digunakan, pelanggan merasa tidak kesulitan untuk milih mau pesen apa.

Menu tanpa Hick's Law
Menu yang ini ga pake Hick's Law, pilihan banyak dan padat.
Menu dengan Hick's Law
Menu yang ini pake Hick's Law, lebih ringkas dan mudah dipilih.

Hick's Law ini jangan disalahartikan sebagai aturan untuk ngilangin suatu yang kompleks. Ini jadi alasan kenapa kamera DSLR lebih banyak tombol atau pilihannya daripada kamera yang di hape. Tujuan dari Hick's Law adalah untuk menyederhanakan proses saat ngambil keputusan, bukan mengurangi seluruh proses ya.

Sebagai contohnya kalau di dunia desain, banyak dipakai di ecommerce. Produk-produk yang banyak itu ga dimunculin sekaligus di websitenya, tapi dimasukin ke dalam berbagai macam kategori. Dan perlahan akan muncul produknya yang lebih spesifik.

Home page Amazon
Contohnya di Home page amazon.com ini.
Menu Departments Amazon
Menu Departments.
Kategori produk terbuka bertahap
Kebuka sedikit-sedikit untuk kategori produknya, jadi ga sekaligus dimunculin.

Bayangkan semua produknya dimunculin di Home page dan designernya ga pakai Hick's law. User akan pusing sendiri dan ninggalin websitenya.

Poin Penting

  • Sederhanakan pilihan untuk user, jangan tampilkan semuanya sekaligus
  • Gunakan kategorisasi untuk memecah pilihan yang kompleks
  • Tujuannya menyederhanakan proses keputusan, bukan menghilangkan kompleksitas