Laws of UX ID
06 / 30

Doherty Threshold

Produktivitas melonjak ketika komputer dan user berinteraksi dengan kecepatan di bawah 400 milidetik.
0
Walter J. Doherty & Ahrvind J. Thadani1982Peneliti di IBM

Pada tahun 1982, Walter Doherty dan Ahrvind Thadani dari IBM mempublikasikan paper yang menunjukkan bahwa response time komputer yang di bawah 400 milidetik (0.4 detik) secara drastis meningkatkan produktivitas user.

Kenapa 400 milidetik? Karena itu batas dimana user masih merasa interaksinya "instan." Begitu lewat dari angka itu, otak kita mulai sadar ada jeda. Dan jeda itu bikin kita kehilangan fokus.

Coba bayangin lagi ngetik di Google dan hasilnya muncul sebelum kamu selesai ngetik. Rasanya enak banget kan? Sekarang bayangin setiap kali ngetik satu huruf harus nunggu 2 detik. Pasti langsung males.

Di dunia UI dan UX, Doherty Threshold ini jadi alasan kenapa banyak aplikasi modern pakai teknik-teknik seperti skeleton screen, optimistic UI, atau lazy loading. Intinya, buat user ngerasa semuanya cepat dan responsif.

Skeleton screen itu loading state yang memperlihatkan bentuk konten sebelum kontennya beneran muncul. Instagram, Facebook, dan LinkedIn pakai ini. User ngerasa halaman udah "siap" walaupun datanya belum sepenuhnya dimuat.

Optimistic UI itu teknik dimana aplikasi langsung menunjukkan hasil aksi user sebelum server benar-benar memproses. Contohnya, saat kamu like postingan di Instagram, hatinya langsung merah tanpa nunggu konfirmasi server. Kalau gagal, baru di-rollback.

Jadi kalau kamu bikin aplikasi dan response time-nya lambat, jangan cuma pasrah. Cari cara buat bikin user ngerasa cepat, entah itu dengan optimasi backend, caching, atau trik-trik visual loading di atas.

Poin Penting

  • Response time di bawah 400ms membuat interaksi terasa instan
  • Gunakan skeleton screen atau optimistic UI untuk mengurangi persepsi loading
  • Kecepatan interaksi langsung mempengaruhi produktivitas user