Cognitive Load
Jumlah total usaha mental yang digunakan di working memory. Semakin banyak beban kognitif, semakin sulit user memproses informasi baru.
Bayangin otak kamu kayak RAM komputer. Ada batas berapa banyak "program" yang bisa jalan bersamaan. Kalau terlalu banyak, semuanya jadi lemot. Nah, Cognitive Load itu ngukur seberapa "penuh" RAM otak kamu saat mengerjakan sesuatu.
Ada tiga jenis Cognitive Load menurut John Sweller:
Intrinsic Load: beban dari kompleksitas materi itu sendiri. Belajar kalkulus pasti lebih berat dari belajar penjumlahan. Ini sulit diubah karena memang materinya yang kompleks.
Extraneous Load: beban dari cara informasi disajikan. Ini yang bisa kita kontrol sebagai designer! Instruksi yang berbelit-belit, layout yang berantakan, navigasi yang membingungkan, semua ini menambah beban yang seharusnya ga perlu ada.
Germane Load: beban dari proses belajar itu sendiri. Ini beban yang "berguna" karena membantu user membangun pemahaman. Misalnya, saat user pertama kali belajar pakai aplikasi baru.
Tugas kita sebagai designer adalah mengurangi Extraneous Load sebanyak mungkin. Caranya: buat layout yang bersih, gunakan hierarki visual yang jelas, hilangkan elemen yang ga perlu, dan jangan paksa user mengingat informasi antar halaman.
Contoh konkret: form yang baik menampilkan label di atas input (bukan di dalam input sebagai placeholder yang hilang saat diklik). Kenapa? Karena placeholder yang hilang memaksa user mengingat apa yang seharusnya diisi, itu Extraneous Load yang ga perlu.
Prinsip "Don't Make Me Think" dari Steve Krug pada dasarnya adalah tentang mengurangi Cognitive Load. Setiap kali user harus berhenti dan berpikir "ini tombol buat apa ya?", itu Cognitive Load yang bisa dihindari.
Poin Penting
- Kurangi Extraneous Load, yaitu beban dari desain yang buruk
- Layout bersih dan hierarki visual yang jelas mengurangi beban kognitif
- Jangan paksa user mengingat informasi antar halaman atau step