Zeigarnik Effect
Pekerjaan yang belum selesai atau terinterupsi lebih mudah diingat daripada pekerjaan yang selesai.
Fenomena ini ditemukan pertama kali ketika Ia menyadari bahwa pelayan di sebuah restauran mengingat dengan sangat baik pesanan yang belum dibayar. Namun, ketika semua pesanan sudah dibayar, pelayan tersebut malah tidak bisa mengingat kembali secara detil pesanannya.
Hal ini terjadi karena ketika kita mengerjakan sesuatu dan gagal untuk mencapainya, pikiran tentang pekerjaan tersebut akan selalu muncul di kepala kita meskipun kita sedang mengerjakan pekerjaan lain.

Pernah nyoba main game, dan berhenti ditengah-tengah sebelum game nya selesai? Pikiran kita akan cenderung untuk mengingat game tersebut karena adanya interupsi.
Di dunia desain UI dan UX, biasa dipakai sebagai progress bar. Desain progress bar mempengaruhi user untuk menyelesaikan pekerjaannya. Meninggalkan progress bar setengah penuh membuat user mudah mengingat bahwa pekerjaannya belum selesai.
Zeigarnik Effect ini jadi salah satu metode yang bagus untuk mengakali user agar mengerjakan sesuatu yang seharusnya ga harus dikerjakan.
Contoh di LinkedIn yang menggunakan progress bar sehingga user merasa harus melengkapi profile nya.

Poin Penting
- Progress bar mendorong user menyelesaikan task
- Tugas yang belum selesai lebih mudah diingat
- Efektif untuk onboarding dan profile completion