Parkinson's Law
Setiap pekerjaan akan mengisi seluruh waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Sebagai contoh, jika mengerjakan desain 1 halaman diberi waktu 10 jam. Maka pekerjaan tersebut cenderung akan menggunakan 10 jam hingga selesai, walaupun dalam kenyataannya dapat selesai dalam 1 jam. Dimana hal tersebut bisa dibilang tidak efisien.
Parkinson's Law ini yang akhirnya memunculkan ide bahwa batasan / constraint bisa jadi jalan terbaik untuk diterapkan.
Parkinson's Law ini bisa diterapkan dimanapun, meskipun lebih sering digunakan pada time management. Misalkan, mengerjakan tugas dimenit-menit terakhir akan membuat kita lebih produktif.
Contoh lain, punya lemari baju tapi masih banyak space kosong? Kita akan cenderung untuk mengisinya hingga terlihat penuh.

Parkinson's Law akan berguna saat digunakan dalam mendesain sesuatu yang berhadapan dengan constraint / batasan. Perlu diperhatikan, ga cuma batasan dalam waktu ya. Deadline itu constraint dari waktu, fit itu constraint dari space (ruang), dst.
Sebagai contoh, pernah pakai Waze? Waze didesain untuk cocok digunakan saat berkendara, dimana waktu dalam menggunakan aplikasi sangat menentukan keselamatan. Saat kita ingin melaporkan apa yang terjadi di jalan, Waze memberikan kita constraint waktu untuk menyelesaikan task tersebut. Di tombol "later" nya bakal ada garis yang mengindikasikan waktu. Dan kalau kita tidak mengklik apapun, maka screen tersebut akan close secara otomatis. Time saving dan membiarkan pengemudi fokus nyetir aja!

Contoh lain pada tombol "No thanks" yang ada di gambar di bawah ini.

Poin Penting
- Constraint/batasan bisa meningkatkan efisiensi
- Berlaku untuk waktu, ruang, dan konteks lainnya
- Desain dengan constraint membantu user fokus pada task utama