Laws of UX ID
19 / 30

Occam's Razor

Di antara beberapa hipotesis yang bersaing, yang paling sedikit asumsinya biasanya yang benar.
0
William of OckhamFriar dan Filsuf dari Inggris, abad ke-14

Prinsip ini berasal dari William of Ockham, seorang filsuf abad ke-14. Intinya sederhana: kalau ada dua penjelasan untuk sesuatu, pilih yang lebih simpel.

Contoh di dunia nyata: kamu bangun pagi dan lantai dapur basah. Ada dua kemungkinan: (1) keran bocor, atau (2) semalam ada pencuri masuk lewat jendela, menumpahkan air, lalu pergi tanpa mencuri apapun. Menurut Occam's Razor, kemungkinan pertama jauh lebih masuk akal karena asumsinya lebih sedikit.

Di dunia desain, Occam's Razor mengajarkan kita untuk memilih solusi yang paling sederhana yang bisa menyelesaikan masalah. Bukan berarti desain harus minimalis ya, tapi setiap elemen yang ada harus punya alasan.

Kalau kamu bisa menjelaskan sebuah flow dengan 3 langkah, jangan bikin jadi 7 langkah. Kalau sebuah form bisa selesai dengan 4 field, jangan tambahin 10 field "just in case." Setiap tambahan elemen itu menambah beban kognitif user.

Google Search adalah contoh terbaik dari penerapan Occam's Razor. Halaman utamanya cuma punya satu input field dan dua tombol. Mereka bisa saja menaruh banyak fitur di halaman utama, tapi mereka memilih solusi paling sederhana: kasih user satu kotak untuk ngetik apa yang mereka cari.

Kalau kamu sedang mendesain dan bingung antara beberapa solusi, tanya diri sendiri: "Mana yang paling sedikit asumsinya tentang user?" Biasanya jawabannya itu yang paling sederhana.

Poin Penting

  • Pilih solusi desain yang paling sederhana
  • Setiap elemen harus punya alasan yang jelas
  • Sederhana bukan berarti minimalis, tapi efisien