Laws of UX ID
03 / 30

Chunking

Orang cenderung mengingat informasi lebih baik ketika informasi tersebut dikelompokkan menjadi potongan-potongan kecil.
0
George A. Miller1956Psikolog Kognitif, berkaitan erat dengan Miller's Law

Chunking itu sebenarnya teknik di balik Miller's Law. Kalau Miller's Law bilang kita cuma bisa ingat 7±2 item, Chunking adalah cara untuk "mengakali" batasan itu dengan mengelompokkan informasi menjadi potongan-potongan (chunks) yang lebih mudah diingat.

Contoh paling gampang: nomor kartu kredit. Kalau ditulis "4532015112830366", susah banget diinget. Tapi kalau ditulis "4532-0151-1283-0366", jauh lebih mudah karena dipecah jadi 4 chunk yang masing-masing berisi 4 angka.

Di kehidupan sehari-hari kita sering pakai Chunking tanpa sadar. Nomor HP, kode pos, plat nomor kendaraan, semuanya di-chunk biar mudah diingat dan dikomunikasikan.

Di dunia UI dan UX, Chunking sangat penting untuk menyajikan informasi. Artikel yang dipecah jadi paragraf pendek dengan heading lebih mudah dibaca daripada satu blok teks panjang. Form yang dipecah jadi beberapa step lebih mudah diisi daripada satu form panjang.

Dashboard yang baik juga menerapkan Chunking. Daripada menampilkan 50 metrik sekaligus, kelompokkan jadi beberapa section: "Revenue", "Users", "Performance." Setiap section jadi satu chunk yang mudah dipahami.

Bahkan navigasi website juga pakai Chunking. Menu utama biasanya cuma 5-7 item. Kalau lebih, biasanya dipecah jadi sub-menu atau mega menu. Ini semua supaya user ga overwhelmed.

Prinsipnya sederhana: kalau informasinya banyak, pecah jadi kelompok kecil yang bermakna. Otak manusia jauh lebih baik dalam memproses beberapa kelompok kecil daripada satu kelompok besar.

Poin Penting

  • Pecah informasi besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang bermakna
  • Form panjang lebih baik dipecah jadi beberapa step
  • Dashboard dan navigasi harus di-chunk agar mudah dipahami